Mari rayakan bulan film nasional dengan caramu

Pemutaran Dan Diskusi Video Klup Kolega Musik Malang part 2

by - Mei 25, 2019


Mengingat antusiasme peserta yang submisi ke pihak panitia untuk diputarkan di Parade Film Malang akhirnya, Nobar dan Diskusi Vidioklip Kolega Malang Part 2 digelar lagi di Backline. Pesertanya kali ini
yang lolos seleksi adalah Phoneme - Amerta, Crimson Diary - Ideologi, Hompimpa - The Five, Brigade 07 - Grace, Ultraviolence - Into A Bolder, dan Atlesta Recalling. Spesial kali ini juga menghadirkan sesi tambahan yaitu on focus sutradara paling produktif dua tahun belakangan yaitu Prialangga.

Event dimulai dengan pemutaran ke enam video Prialangga. Mulai dari Coldiac, Marigold, Downbeat, Christabel Annora, Unda Undi sampai Beeswax. Dalam diskusi ini, Prialangga banyak menguak banyak hal seperti pengalaman pertama menyutradari video klip, dan ternyata klien pertamanya adalah Brigade 07.

Kemudian sesi kedua yaitu pemutaran video peserta kolega Malang lalu dilanjutkan diskusi. Banyak hal menarik yang terkuak disini. Seperti bagaimana Crimson Diary membuat video tersebut dalam waktu satu hari saja berbekal akuarium dan tinta serta visual effect digital, kemudian judul lagu Idiologi tersebut karena mereka reaksi empati dan geram akan kejadian pemboman Gereja di Surabaya beberapa waktu lalu. Kemudian Phoneme - Amerta, yang penggarapannya karena ikut sebuah kompetisi dan ternyata berhasil menjadi sebuah karya yang layak, dengan segala persiapan singkat dan bantuan teman - teman akhirnya video klip Amerta jadi juga. Kemudian sama halnya dengan Ultraviolence yang juga mengandalkan bantuan teman - teman dengan set minimalis namun konsep yang dalam. Sahabeel sebagai model mampu merepresentasikan visi Ultraviolence tentang depresi dan kekuatan untuk melawannya berbekal kontrakan teman dan semangat kolektif. Brigade 07 dengan video grace menguak banyak hal - hal menarik seperti bagaimana mereka sempat kehilangan aktris utama yang mestinya syuting dan dengan faktor kebetulan menemukan kolega yang kebetulan juga sedang tinggal di Bali dan akhirnya syuting di beberapa tempat di Bali. Mereka juga salah satu contoh band yang mampu menjalin kerjasama dengan sponsor untuk membuka peluang promo di dalam video klip. Propaganda dari Grace pun juga menarik, karena diilhami oleh kisah nyata dan dibroadcast terus di sosial media milik Brigade 07. Kemudian grup Hompimpa, juga dengan segala minimalisnya beruntung mendapatkan sutradara yang pandai memanfaatkan visual effect digital dalam merepresentasikan isi lagu The Five.

You May Also Like

0 komentar